LSII

LSI

 LSII
LEMBAGA SURVEY INDEPENDENT IKS

Ketidak-pastian iklim politik yang terjadi karena  belum terlaksananya tradisi budaya demokrasi yang dewasa di negara kita, membawa berbagai dampak yang juga tidak pasti bagi para pelaku politik sendiri. Satu diantaranya adalah para aktor politik yang akan bertempur memperebutkan kursi  wakil rakyat pada Pemilu yang bakal berlangsung 2014 nanti.

Buruknya tradisi & system politik yang belum tertata dengan baik, seperti maraknya money politik, sistem politik barter dan dagang sapi dan rapuhnya tatanan hukum yang ada dalam menaungi, menangani dan mengantisipasi perkembangan peri kehidupan politik yang terjadi, membuat para caleg (para pelaku politik) juga mengalami kebimbangan dan ketidak pastian. Utamanya dalam hal dukungan massa secara riil.

Kondisi yang demikian menuntut, para caleg ingin mendapatkan data riil mengenai seberapa besar jumlah dukungan yang dia dapatkan melalui kerja politik yang dilakukan sebelum, selama dan sesudah massa kampanye. Guna mendukung agar para caleg bisa membaca kekuatan riil dan membuat peta gerakan politik untuk mendapat dukungan sebanyak-banyaknnya dari publik, maka diperlukan instrument berupa survey politik.

Karenanya, LSII adalah lembaga riset opini publik, terutama yang terkait dengan kontestasi politik seperti pemilihan umum nasional maupun daerah dan pembuatan kebijakan publik. LSII bersifat independen, non-partisan dan tidak berafiliasi pada partai politik maupun tokoh atau kelompok. LSII didirikan oleh tokoh-tokoh yang terpercaya independensinya, profesional, dan pro-demokrasi.

Lembaga Survey IKS menyediakan jasa riset bagi berbagai kalangan yang berkepentingan dengan opini publik, terutama yang terkait dengan kontestasi politik seperti pemilihan umum nasional maupun daerah dan pembuatan kebijakan publik yang responsif terhadap aspirasi masyarakat. Data hasil survei akan membantu mengevaluasi dan memperbaiki kinerja pejabat publik, politisi, partai politik, lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga sosial-kemasyarakatan.

 

LSII (Lembaga Survey Independent IKS) melakukan 2 (dua) jenis survei:

  1. Survei Publik (non-komersial) yang dilakukan atas permintaan lembaga-lembaga publik, baik domestik maupun international dan untuk dipublikasikan. Survei ini berskala nasional dan dilakukan rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali.
  2. Survei Komersial yang dilakukan atas permintaan individu, kelompok atau lembaga swasta lainnya. Hasil survei ini sepenuhnya untuk klien dan tidak dipublikasikan kecuali klien bersangkutan menghendakinya.

 

LSII membuka kesempatan kepada lembaga atau individu yang hendak mendapatkan data dan informasi spesifik sesuai kebutuhannya. Hal tersebut dilakukan dengan cara menitipkan sejumlah pertanyaan kedalam survei rutin yang dilakukan LSII.

LSII akan mengenakan biaya yang terjangkau per item pertanyaan. Informasi dan data tersebut akan menjadi milik eksklusif lembaga dan individu yang bersangkutan selama tiga tahun. Ini adalah cara praktis dan efisien untuk mendapatkan data survei berskala nasional maupun lokal dengan biaya lebih murah.

 

 

 

Program Survei

LSII (Lembaga Survey Independent IKS) memiliki sejumlah program:

  1. Survei Pemilu Nasional (Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden)
  2. Survei Pemilu Lokal atau Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung (Pilkada) baik ditingkat Provinsi, kabupaten dan Kota.
  3. Survei Evaluasi Publik atas Kinerja Lembaga Eksekutif, Lembaga Legislatif, maupun Yudikatif pada tingkat nasional maupun lokal
  4. Survei Evaluasi atas Kinerja Parpol, Kelompok-kelompok Kepentingan, Ormas atau Civil Society.
  5. Preferensi publik atas kebijakan-kebijakan publik nasional maupun daerah

 

Metodologi Survei

LSII menerapkan prinsip probabilitas dalam penarikan sampel. Dalam pengambilan sampel, LSII menggunakan teknik multistage random sampling. Dengan teknik tersebut dimungkinkan setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden, sehingga pengukuran pendapat dapat dilakukan dengan hanya melibatkan sedikit responden. Meski tanpa melibatkan semua anggota populasi, hasil survei dapat digeneralisasikan sebagai representasi populasi.

 

Survei yang dilakukan oleh LSII mengikuti kaidah-kaidah sebagai berikut:

  1. Metode penarikan sampel: Multistage random sampling
  2. Jumlah responden minimal 400 (margin of error ± 5% pada tingkat kepercayaan 95%)
  3. Pengumpulan data: Wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner
  4. Kendali mutu survei: Pewawancara berstatus minimal mahasiswa dan mendapatkan pelatihan. Wawancara dilakukan kontrol secara sistematis dengan melakukan cek ulang di lapangan (spot check) sebanyak 20 persen dari seluruh responden
  5. Validasi data: Perbandingan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh lewat sensus (BPS).

 

Proses Pengambilan Sampel

Dalam pengambilan sampel untuk survei LSII menggunakan teknik multistage random sampling. Fase pertama yang akan dilakukan adalah populasi Indonesia distrata atas dasar populasi di masing-masing desa  sehingga diperoleh sampel dalam jumlah proporsional di masing-masing propinsi. Strata kedua adalah pembagian atas dasar wilayah tinggal: pedesaan atau kota, yang proporsinya antara 40% (kota) berbanding 60% (desa). Di samping itu, strata juga dilakukan atas dasar proporsi populasi menurut perbedaan gender: 50% laki-laki, dan 50% perempuan.

Fase kedua adalah menetapkan desa/kelurahan atau yang setara sebagai primary sampling unit (PSU), dan karena itu random sistematik dilakukan tehadap desa/kelurahan di masing-masing propinsi sesuai dengan proporsi populasi. Di masing-masing desa/kelurahan terpilih kemudian didaftar nama-nama Rukun Tetangga (RT) atau yang setara, dan kemudian dipilih sebanyak 5 RT secara random. Di masing-masing RT terpilih kemudian didaftar nama kepala keluarga pada Kartu Keluarga (KK), dan kemudian dipilih 2 keluarga secara random. Di 2 keluarga terpilih, didaftar anggota keluarga yang laki-laki dan perempuan yang berumur antara 17-60 tahun. Bila dalam keluarga pertama yang terpilih menjadi responden adalah perempuan, maka pada keluarga yang kedua di RT yang sama harus laki-laki yang didaftar.

 

 

 

Proses Pengambilan Sampel bisa digambarkan sebagai berikut:

  • Populasi Desa/Kelurahan tingkat Nasional
  • Desa/Keluarahan di tingkat Provinsi dipilih secara random dengan jumlah proporsional
  • RT/lingkungan kampung dipilih secara random sebanyak 5 dari tiap-tiap desa terpilih.
  • Di masing-masing RT/lingkungan kampung dipilih secara random 2keluarga.
  • Di 2 keluarga terpilih ditetapkan secara random satu orang yang punya hak pilih (laki-laki/perempuan).
  • Populasi Desa/Kelurahan tingkat provinsi
  • Desa/Kelurahan di tingkat Kabupaten dipilih secara random dengan jumlah proporsional
  • RT/lingkungan kampung dipilih secara random sebanyak 5 dari tiap-tiap desa terpilih.
  • Di masing-masing RT/lingkungan kampung dipilih secara random 2keluarga.
  • Di 2 keluarga terpilih ditetapkan secara random satu orang yang punya hak pilih (laki-laki/perempuan).

 

Survei Pileg

Sistem pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) memberikan kebebasan sepenuhnya bagi masyarakat pemilih untuk menentukan siapa kandidat kepala daerah yang akan mereka pilih.

Kandidat yang akan dipilih masyarakat menjadi sangat tergantung pada popularitas (keterkenalan) yang bersangkutan di masyarakat pemilihnya. Tingkat popularitas para kandidat itu bisa diukur dengan metode ilmiah yang akurat, yakni survei popolaritas bagi kandidat.

Hasil survei tersebut dapat menjadi masukan amat penting untuk melihat secara riil kekuatan dan kelemahan kandidat sekaligus untuk menghadapi masa kampanye yang akan segera dilakukan. Hasil survei juga membimbing kandidat dan tim sukses tentang apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan peluang terpilih dalam Pilkada nanti.

Informasi tentang pendapat, aspirasi dan harapan warga negara juga mutlak bagi karir politik dari calon pejabat-pejabat publik atau yang sedang menjabat (incumbent). Karir politik mereka juga ditentukan sejauhmana mereka responsif terhadap partisipasi warga negara tersebut.

 

 

Mengetahui Popularitas Para Kandidat dan Kemungkinan Tingkat Keterpilihannya (Electebility)

 

Seberapa luas pemilih setempat mengenal kandidat. Popularitas adalah modal paling dasar yang harus dipunyai oleh seorang kandidat. Survei berguna untuk ini mengukur sejauh mana tingkat pengenalan publik terhadap kandidat. Bagaimana tingkat kesukaan publik terhadap kandidat? Faktor apa saja yang disukai dan tidak disukai dari seorang kandidat? Bagaimana perbandingan popularitas seorang kandidat dibandingkan kandidat lain, kapan kandidat mendapat dukungan kuat dan kapan melemah.

 

Mengetahui Bagaimana Pandangan Pemilih Terhadap Isu-Isu Penting di Daerahnya (problem & Isue mapping)

Bagaimana penilaian masyarakat atas isu penting di daerah saat ini? Isu-isu apa yang dianggap penting? Bagaimana sikap mereka terhadap satu isu tertentu? Berapa banyak yang pro dan kontra? Sejauh mana pemilih cukup terlibat atau tidak dengan isu dan persoalan di daerah? Program apa yang diinginkan oleh pemilih? Kebijakan apa yang dibutuhkan oleh pemilih setempat? Tindakan apa yang menurut pemilih penting dilakukan? Prioritas apa saja yang diinginkan oleh mereka?

 

Membantu meningkatkan dan mempertajam Strategi dan penggunaan Medium Kampanye secara Lebih Effektif (Determinasi).

Apa yang seharusnya dilakukan oleh kandidat untuk merebut hati pemilih? Isu apa saja yang bisa dijual untuk membangkitkan sentimen positif dari pemilih? Medium apa yang paling efektif dan efisien untuk menjangkau pemilih? Media apa dan mana yang paling berpengaruh di suatu daerah? Survei menjamin kandidat dan tim suksesnya mengambil tindakan yang benar, yang didukung oleh publik. Survei adalah sumber informasi yang berharga untuk mengetahui bagaimana keinginan publik. Dengan data yang benar itu, bisa dirancang strategi kampanye yang baik.

 

Survei  yang Kami Tawarkan

Kami menyediakan beragam paket polling yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada tiga pilihan yang bisa diambil: snapshot survei, tracking survei dan panel survei.

 

Snapshot Survei

Survei akan dilakukan satu kali. Tujuannya adalah memotret suara pemilih dalam satu kesempatan (periode waktu tertentu). Anda bisa memilih, apakah survei akan dilakukan menjelang hari pemilihan atau beberapa bulan sebelum pemilihan. Survei yang dilakukan menjelang hari pemilihan lebih ditujukan untuk mengetahui potensi suara yang bisa didapatkan kandida. Sementara survei yang dilakukan jauh sebelum hari pemilihan dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran pemilih dan pilihan strategi untuk menarik pemilih. Apapun tujuannya survei dilakukan satu kali saja. Kelebihan dari paket ini, menghemat biaya. Tetapi kelemahannya, karena dilakukan satu kali tidak bisa merekam pergerakan suara pemilih. Kita tidak bisa mengetahui suara pemilih dari satiu waktu ke waktu lain.

 

Panel Survei (Longitudinal)

Panel survei adalah jenis survei untuk mengukur opini publik yang dilakukan secara periodik ( longitudinal). Berbeda dengan snapshot survei yang hanya mengukur opini publik dalam satu periode waktu, survei ini justru ingin melakukan survei secara periodik dalam jangka waktu terntu. Tujuan dari tracking survei adalah membandingkan dari satu waktu ke waktu lain, pergerakan opini publik. Dengan demikian, panel survei tidak hanya berpretensi memotret opini publik, tetapi juga memotret pergerakan dan perubahan opini publik. Bagaimana suara pemilih dari satu waktu ke waktu lain. Apakah suara kandidat kepal adaerah naik atau turun. Kalau naik kenapa dan kalau turun apa sebabnya. Panel survei juga berguna untuk mengeveluasi strategi. Apakah pilihan strategi yang diambil kandidat kepala daerah berguna atau tidak dalam mendongkrak suara pemilih. Kalau tidak, pilihan strategi apa yang bisa diambil dan sebagainya.

 

Tracking Survei

Tracking survei hampir mirip dengan panel survei. Keduanya dimaksudkan untuk merekam pergerakan suara pemilih. Sama dengan panel survei, tracking survei dilakukan beberapa kali. Yang membedakan adalah pada responden yang diwawancarai. Pada panel survei, wawancara akan dilakukan pada responden yang sama ( orang yang sama). Kami akan memilih sampel yang representatif, dari sampel yang terpilih itu akan terus menerus diwawancarai secara periodik. Sementara pada tracking survei, orang yang diwawancarai berbeda dari satu waktu ke waktu lain tetapi diambil dengan prosedur dan populasi yang sama. Instrumen yang dipakai dan metode penarikan sampel sama dari satu periode ke periode lain.

Paket survei mana yang Anda pilih tergantung kepada tingkat kebutuhan dan dana yang tersedia. Segera hubungi kami, agar kami bisa menjelaskan secara detail paket yang sebaiknya Anda ambil sesuai dengan kebutuhan dan budget yang tersedia.

 

 

Sukoharjo, 20 September 2013

Lembaga Survey IKS

 

 

JAMAL.SH

PIMPINAN

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *