SECURITY & SAFETY

 SECURITY & SAFETY

UMUM

        Seiring dengan tingkat kesadaran dan kebutuhan terhadap rasa aman pada diri manusia maupun hak kepemilikannya, maka tuntutan pada BUJP tidak hanya sebatas pengamanan saja tetapi sudah pada tahap penyelamatan dan pelayanan.

Istilah Security & Safety sudah banyak digunakan oleh pihak BUJP, dan tentunya sudah sering didengar oleh pihak klien, tetapi jarang ada yang memahami dasar dari istilah tersebut. Yang sering terjadi adalah pendangkalan makna dari istilah tersebut. Artinya bahwa sering istilah tersebut dipergunakan dalam presentasi hanya sekedar memberikan gambaran bahwa latihan-latihan emergency akan dilaksanakan dengan harapan calon klien akan memilihnya.

Hal tersebut syah-syah saja pada proses tender. Tetapi apakah pihak menejemen klien tidak berfikir proses latihan yang bagaimana jika dasar pemikiran dari Safety saja belum dipahami. Wajar apabila sistem latihan tidak sistemik dan sistematis.

Ijinkan kami dari pihak menejemen Investama Komando Security ingin membagi pengetahuan dan pengalaman kepada pihak calon menejemen klien kami.

Dasar dari istilah Security & Safety berawal dari analisa tingkat kerawanan yang timbul pada area pengamanan tersebut ( risk assesment analisis ).

Yaitu : 1. Criminal Risk

2. Desaster Risk

3. Conjunction Risk

Conjunction Risk inilah yang melahirkan suatu bentuk istilah Security & Safety sebagai suatu sistem penanggulangan menyeluruh di area pengamanan tesebut. Selanjutnya sistem tersebut lebih dikenal dengan Risk Control Menejemen.

Adapun pembagian operasional sistem dalam Risk Control Menejemen sebagai berikut :

  1. Bidang Pengamanan ( Security ).

Meliputi pencegahan dan penanggulangan terhadap aset dan personal yang melibatkan pihak ketiga sebagai ancaman langsung ( bersifat disengaja ) dalam bentuk tindakan membahayakan aset atau personil yang harus dilindungi.

Contoh :

–           Pembunuha

–           Pencurian

–           Perampokan

–           Pengrusakan dll.

2.   Bidang Penyelamatan ( Safety ).

Meliputi pencegahan dan penanggulangan terhadap aset dan personil yang  diluar control yang bersifat tidak disengaja dalam kategori  bencana yang dapat membahayakan aset atau personal yang harus dilindungi.

Contoh :

–  Kebakaran

–   Gempa

–   Banjir, dll.

3.   Bidang Pengamanan dan Penyelamatan ( Security & Safety ).

Meliputi pencegahan dan penanggulangan dari kelanjutan kasus kesengajaan yang berimbas pada suatu bencana yang dapat membahayakan aset dan personal yang harus dilindungi.

Contoh :

–       Demonstrasi.

–          Sabotase

–          Peledakan Bom

–          Penyanderaan dll.

Dari penjelasan diatas, maka kita bisa memahami jika operasional sistem dikelompokan pada 3 hal penting tersebut. Selanjutnya dibakukan menjadi Standar Operasional Prosedur yang seperti kita ketahui selama ini.

Jadi dapat kita tarik kesimpulan, bahwa BUJP yang mengusung label Security & Safety seharusnya sudah menggunakan dan mempunyai bidang keilmuan Integrated Risk Control Menejemen.

KHUSUS

Menanggapi permintaan dari pihak klien, ijinkan kami mengupas lebih lanjut mengenai operasional sistem Safety tersebut.

Operasional Sistem Safety yang diterapkan pada gedung harus tertuju pada 2 aspek pencegahan dan penyelamatan :

1.         Penyelamatan Personil.

2.         Penyelamatan materiil / aset.

Kedua target penyelamatan tersebut terangkum pada satu sistem yang mempunyai 4 landasan pokok yaitu :

1.  Ketetapan atau Prosedur pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat.

2.  Pengorganisasian keadaan darurat.

3.  Pengetahuan dan sosialisasi

4.Peralatan pencegahan dan penanggulangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *