PENGAWALAN UANG

1.      Standart

Pengawalan uang yang dilaksanakan oleh pihak sekurity harus memperhatikan aspek keselamatan personil maupun materiil yang dikawalnya.Dalam hal ini tugas pihak sekuriti meliputi: memahami tujuan, informasi materi yang dikawal, bentuk dan jumlah ideal pengawal, besar resiko yang dihadapi, strategi pelolosan dan rute alternatif. Jika diperlukan bentuk pengawalan bisa disamarkan. Sedapat mungkin dihindari benturan guna lebih fokus pada penyelamatan.

2.      Prosedur

2.1.   Pengumpulan data dari klien mengenai informasi:

  • Jumlah uang yang dikawal, hal ini sangat berhubungan dengan bentuk pengawalan dan jumlah pengawal yang diperlukan.
  • Titik awal pengawalan, titik akhir pengawalan & titik balik pengawalan. Informasi ini diperlukan untuk menentukan rute pengawalan.
  • Rencana rute pengawalan, hal ini berhubungan dengan jalan alternatif untuk pelolosan / penyelamatan.
  • Jadwal / waktu pengawalan, hal tersebut berhubungan dengan efisiensi waktu/ kecepatan proses pengawalan untuk memperkecil resiko ancaman, gangguan, hambatan maupun tantangan.
  • Sinyalemen ada tidaknya personel pengancam/ pengganggu, dalam bentuk perorangan atau kelompok.
  • Diperlukannya alat transportasi atau tidaknya dalam proses pengawalan tersebut beserta jumlahnya.

2.2.      Pembentukan Tim pengawalan yang handal dan dapat dipercaya yang meliputi:

  • Personel body protection.
  • Personel pengawas situasi.
  • Personel penghadang ancaman.
  • Personil survey lokasi & penentu rute penyelamatan.
  • Personil safety driver.
  • Personil bantuan pengamanan tertutup.

2.3.      Koordinasi dan pembagian tugas internal tim pengawalan.

 

2.4.      Koordinasi & pelaporan rencana pengawalan ke pihak Kepolisian.

2.5.      Koordinasi persetujuan rencana pengawalan dari pihak klien

2.6.      Aplikasi Pengawalan.

a. Fase persiapan & koordinasi awal dilaksanakan sedetil dan secepat mungkin jika klien mendesak untuk secepatnya dilakukan pengawalan.

b.Sebelum jadwal yang telah ditentukan, personel survey telah diluncurkan dulu untuk menentukan rute yang akan ditempuh,rute pelolosan, rute penyelamatan dan situasi terakhir di titik pengiriman/ titik akhir. Satu personil tetap di titik pengiriman, satu personil menunggu di titik rute yang ditentukan untuk selanjutnya menjadi pengarah dan penunjuk jalan ( prospit ) dengan menggunakan motor 500m didepan mobil pengawalan untuk selalu memberikan informasi situasi jalan yg akan dilalui.

c. Setelah informasi didapat dari personil survey, maka tim siap menuju titik awal pengawalan untuk menjemput klien.

  1. Bentuk pengawalan dalam perjalanan menuju titik pengiriman jika menggunakan mobil adalah:

ü  Jika menggunakan satu mobil, maka idealnya : 1 personel safety driver, 1 personil pengawas situasi, 1 personil body protection, 1 personil penghadang ancaman. Sedapat mungkin klien ditempatkan ditempat duduk yang dianggap paling aman dalam mobil tersebut.

ü  Jika menggunakan dua mobil, maka idealnya, mobil kedua ditempati oleh : 1 personil safety driver untuk siaga alternatif pelolosan/ penyelamatan, 3 personil bantuan pengawalan. Untuk mobil kedua berada di belakang mobil utama.

ü  Jika menggunakan tiga mobil, ini adalah bentuk pengawalan yang paling ideal, yaitu mobil pertama diisi oleh bantuan pengamanan ( untuk penghadangan/ penutup ancaman )& safety driver, mobil kedua diisi oleh formasi klien ( untuk penyelamatan), mobil ketiga diisi oleh bantuan pengawalan ( untuk pelolosan ).

e.   Bentuk pengawalan setelah sampai pada titik pengiriman ( titik akhir ) adalah :

ü  Pengawalan melekat ke klien yang dilaksanakan oleh koordinator pengawalan, personil body protection, pengawas situasi & penghadang ancaman.

ü  Personil bantuan pengamanan secara tersamar bersiaga di sekitar area untuk memantau situasi dengan tidak bergerombol.

ü  Personil survey siaga di rute pelolosan.

ü  Personil safety drive siaga di parkir untuk bersiap menuju akses pintu keluar pelolosan.

f.    Bentuk pengawalan jika terjadi ancaman atau gangguan adalah:

–     Jika pengancam / pengganggu terdeteksi oleh personel pengawas situasi atau bantuan pengawalan, maka segera dikoordinasikan / dilaporkan kepada koordinator untuk bersiaga dalam proses pelolosan klien.

–     Jika pengancam / pengganggu tidak terdeteksi oleh personil bantuan & pengawas situasi, sehingga lolos dan mengganggu klien, maka yang harus dilakukan adalah:

  1. Koordinator segera menghubungi personel bantuan pengawalan untuk membantu penghadangan pengancam, jika keadaan memungkinkan sedapat mungkin untuk meringkusnya & diserahkan kepada yang berwenang. Jika keadaan tidak memungkinkan,maka personil bantuan tugasnya hanya menghadang gerak pengancam,untuk memberikan waktu bagi personil body protektion menyelamatkan / meloloskan klien sesuai dengan rute yang telah ditentukan oleh personil survey.
  2. Personel safety driver pada saat yang bersamaan segera meluncur ke titik penjemputan yang telah ditentukan oleh personil survey. Selanjutnya seluruh tim secara serentak mundur menuju ketitik pelolosan untuk pengawalan klien ke titik balik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *