BUILDING & FACILITY THREATMENT

BUILDING & FACILITY THREATMENT( Ancaman pada bangunan & fasilitas )

1. Karakteristik Bangunan

Bentuk bangunan / karakteristik dari suatu bangunan gedung, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran dan pusat bisnis lain merupakan suatu hal yang memang perlu diperhatikan oleh pengelola maupun manajemen building itu sendiri. Dengan bentuk / karakteristik bangunan yang tidak sesuai dengan standart mendirikan bangunan dan perawatan yang tidak dilaksanakan secara berkala maka akan timbul beberapa permasalahan dari tidak sesuainya bentuk bangunan tersebut. Permasalahan yang akan timbul apabila pengelola / manajemen tidak memperhatikan standart baku mendirikan bangunan adalah :

  1. Bangunan tidak akan mampu menahan guncangan yang disebabkan oleh gempa.
  2. Adanya kerusakan-kerusakan yang terjadi pada struktur banguna.
  3. Adanya ketidak teraturan dalam penataan letak lokasi bisnis, sehingga terjadi penyalahgunaan pemakaian fungsi bangunan.
  4. Adanya kecelakaan yang timbul apabila dari pihak pengelola tidak memperhatikan batas kekuatan bangunan dari suatu lantai.
  1. Adanya ketidak teraturan penempatan kendaraan yang parker.
  2. Adanya pengrusakkan terhadap batas (pagar) antara pemukiman warga dengan pusat perbelanjaan karena adanya suatu kepentingan kelompok dan perorangan serta ketidak puasan terhadap adanya pagar pembatas

Dari beberapa hal yang disampaikan tersebut diatas, maka dapat disimpulkan sebagai Resiko Bentuk Bangunan.

2.         Pembagian Lokasi Aktifitas Bisnis

            Sesuai dengan yang terencana di site plan, pembagian lokasi di suatu aktifitas bisnis sudah tertata rapi, tetapi pada kenyataan ( contoh : pusat perdagangan ) karena sering kita lihat  tidak seperti itu.

Misalkan lorong yang tidak terlalu lebar antar kios atau counter digunakan untuk tempat duduk calon pembeli, maka memang kelihatan tidak teatur. Hal itu ditambah dengan kepadatan aktivitas perdagangan yang ada.

Hal tersebut dapat mengakibatkan masuknya pedagang asongan & kriminalitas yg menambah keruwetan di area perdagangan.

Kalaupun pengorganisiran atau penempatan pedagang sesuai jenis dagangannya memang sudah dilakukan, tetapi pengorganisiran dengan maksud untuk memepermudah proses evakuasi sering belum dilaksanakan. Hal ini terlihat belum ditentukannya bentuk pembagian Zone / Sub.Zone sesuai dengan emergency Preparednes Plan.

Resiko Potensial yang dapat terjadi dengan keadaan seperti tersebut diatas adalah :

  1. Rawannya perselisihan antar tenant (penyewa tempat) dikarenakan tempatnya terserobot orang lain.
  2. Bisa terjadi persaingan tidak sehat antar sesama pelaku bisnis (tenant).
  3. Ketidakpuasan Pengunjung mengenai suasana p laza.
  4. Kecenderungan untuk melakukan pelanggaran atau tidak mematuhi peraturan yang berlaku.
  5. Adanya indikasi pedagang dari luar pusat perbelanjaan untuk menjajakan dagangannya.
  6. Sabotase & Pencurian barang dagangan.
  7. Manipulasi laporan kehilangan.

Dengan memperhatikan hal tersebut diatas maka dapat dipahami bahwa ketidak sesuaian pembagian lokasi dan pengaturan aktifitas bisnis lainnya dapat memicu terganggunya stabilitas keamanan serta kenyamanan di dalam pusat perbelanjaan itu sendiri.

3.         Sarana dan Fasilitas  

Pendukung

            Seharusnya setiap gedung perkantoran ataupun plaza / pusat perbelanjaan / fasitas umum, harusnya dilengkapi dengan sarana & fasilitas pendukung yang baik & memadai. Hal tersebut sangatlah manusiawi sekali & merupakan tanggung jawab gedung.

Walaupun plaza yang mengkhususkan diri pada pusat perdagangan tingkat

menengah kebawah seharusnya lebih menyiapkan sarana & fasilitas

pendukung tersebut.

Yang termasuk sarana & fasilitas pendukung tersebut dapat terbagi

menjadi 5 bagian utama, yaitu :

  • Sarana & fasilitas Penyelamatan Diri
  • Sarana & fasilitas Kebersihan Diri
  • Sarana & fasilitas Perparkiran
  • Sarana & fasilitas Kenyamanan
  • Sarana & fasilitas Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *