MASALAH PERAMPOKAN

 

Penanganan Masalah Perampokan

  1. Standart          

Tugas sekurity didalam menangani masalah perampokan yang paling utama adalah mengisolasi dan menutup ruang gerak pelaku sehingga dapat mempermudah proses penangkapan ( jika pelaku masih berada di area TKP ) atau semaksimal mungkin mengumpulkan dan mengolah data dalam tugas investigasi untuk dikoordinasikan dengan aparat kepolisian.

  1. Prosedur

2.1. Jika pelaku perampokan masih berada di TKP

  1. Segera menyiagakan seluruh petugas sekurity untuk menutup semua akses keluar / masuk area pengamanan.
  2. Melaporkan dan meminta bantuan dari pihak kepolisian untuk segera meluncur ke TKP.
  3. Mengirimkan semaksimal mungkin petugas sekurity untuk mengisolasi TKP.
  4. Bersama-sama dengan seluruh komponen, mengamankan dan menutup gerak pelaku.
  5. Berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk tekhnis penangkapan.

2.2.  Jika pelaku sudah meninggalkan TKP

  1. Pembuatan Laporan Kejadian
  2.         a)    Laporan dibuat berdasarkan pemberitahuan korban kehilangan dengan memuat :
  • Siapakah ( yang melapor, korban, saksi , yg terlibat )
  • Apakah ( yang terjadi, perbuatan tsb ada unsur pidananya )
  • Dimanakah ( tempat kejadian perkara, korban berada pada saat kejadian)
  • Kapankah ( terjadinya )
  • Bilamana ( perbuatan itu terjadi, perbuatan itu dilaporkan )
  1. b)   Laporan kejadian harus memuat alamat / identitas lengkap pelapor, korban dan saksi-saksi.
  2. c)  Laporan kejadian tersebut merinci pemberitahuan pelapor dengan mencantumkan uraian singkat kejadian & tindakan yang telah diambil oleh petugas sekurity.
  3. d) Laporan kejadian diakhiri dengan mencantumkan hari/ tanggal/ bulan/ tahun pembuatan dan tanda tangan pelapor dan petugas pembuat laporan.
  4. Pembentukan & penugasan Tim untuk segera ke TKP.
  5. Melaporkan kejadian perampokan kepada pihak manajemen.
  6. Pencarian data di TKP
  7. a)    Meliputi pencarian saksi –saksi pendukung.
  8. b)   Pencarian bukti-bukti yang mengarah pada pelaku dan pengungkapan.
  9. Melaporkan & berkoordinasi hasil investigasi awal dengan pihak kepolisian.
  10. Berkoordinasi dengan pihak kepolisian mengenai perkembangan & hasil  penyelidikan.

2.3.  Melaporkan perkembangan kasus kepada pihak menejemen & pelapor /  korban.

2.4.  Koordinasi untuk antisipasi & perkuatan sistim pengamanan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *